Asri AyuSyar'i

Rabu, 30 Mei 2012

Profil Saya Dimuat di Solopos

Asri Istiqomah, Berdakwah Lewat Tulisan

| | Dilihat: 1707 Kali



Asrti Istiqomah (Nadhiroh/JIBI/SOLOPOS)
        Beberapa hari belakangan ini, Asri Istiqomah sibuk dengan sejumlah agenda di Forum Lingkar Pena (FLP) Solo. Pada akhir April lalu, Asri yang menjabat sebagai Ketua FLP Solo itu bersama rekan-rekannya menyelenggarakan pelatihan penulisan di Kampus FKIP UNS.
        Agenda lainnya adalah reuni akbar FLP di Taman Balekambang pada 6 Mei lalu. “Acaranya meriah. Kami sarapan bersama di Balekambang,” ucap Asri saat ditemui Solopos.com di kantornya di Indiva Kreasi Media Jl Sawo, Karangasem, Laweyan, Solo, Senin (7/5/2012).
       Asri, perempuan kelahiran Sragen, 29 September 1985 itu mulai bergabung dengan FLP pada tahun 2004. Meski demikian, anak ketujuh pasangan Tugimin dengan Sukarni itu baru aktif di FLP pada tahun 2009.
        “Saya sudah bisa membaca sejak TK dan senang baca koran. Waktu itu, saya suka membaca Tabloid Kuncung. Karena suka baca, lama-lama jadi suka nulis. Kali pertama menulis saat masih SD. Menulis puisi dan dimuat di Tabloid Kuncung,” kata Asri.
       Hobi alumnus SD Sambi 4 Sragen itu bertambah suka korespondensi hingga duduk di bangku SMP Muhammadiyah 1 Sragen.
      Asri juga senang berorganisasi. Sejak SMP dia ikut aktivitas Remaja Masjid Baiturrohman, Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo, Sragen.
        Sewaktu menjadi pelajar SMAN 2 Sragen, Asri bergabung di Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) dan kerohanian Islam (Rohis). Sejak SMP sampai SMA, dia pernah beberapa kali meraih juara pada lomba pidato Bahasa Indonesia.
        Di bangku kuliah, perempuan yang menuntut ilmu di FISIP UNS itu menjadi bagian keluarga Lembaga Kajian Islam (LKI) FISIP dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Islam (KAMMI) Daerah Solo.
       “Waktu sekolah, menulis untuk mading (majalah dinding-red). Pas setelah kuliah di komunikasi, saya disuruh bikin opini di kampus. Dulu, saya menulis karena suka-suka aja. Pas setelah kuliah, awalnya saya maunya jadi wartawan. Motivasi ke sana banget. Kalau melihat liputan Al Jazeerah kayaknya ingin sekali menjadi wartawan. Saya pernah magang studi di SOLOPOS,” kenang Asri.
       Istri Choirul Anwar itu kemudian malah menjadi penulis buku. Dia bersyukur mendapat bimbingan dari pemilik Indiva Media Kreasi, Afifah Afra.
Asri menyatakan dirinya tidak ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena tidak suka terlalu terikat.
       Kini, Asri menulis bukan hanya sekedar suka-suka. Menulis untuk sepanjang hayat dan bisa berdakwah lewat tulisan.
     “Sithik-sithik bisa menulis. Segmennya remaja,” kata Asri yang sudah menulis Buku Asyik Si Cewek Cantik.
      Buku lainnya yang ditulis Asri bersama Afifah Afra dan Aries Adenata berjudul Buanglah Pacar pada Tempatnya. “Insya Allah sebentar lagi buku yang ketiga segera terbit. Judulnya Jangan Lebai. Ditulis bersama Mba Afifah dan Deasylawati,” tambahnya.
     Selain menulis, Asri sebulan sekali mengisi kajian muslimah di Mesjid Nurul Huda UNS. Dia sering didaulat menjadi pembicara pada training-training. Tak hanya itu, dia juga kini tengah merintis bisnis souvenir dan rias pengantin.


sumber:  


Minggu, 27 Mei 2012

Buku baruku "Jangan Lebay Karena Cinta"


Penulis           : Afifah Afra, Asri Istiqomah, Deasylawati, dkk
Penerbit         : Indiva Media Kreasi
Harga            : 25.000


Sinopsis:

Jiah, galau-galau!
         Ni buku kenapa sih dari judul ampe dalem-dalemnya isinya coklaaaat melulu, eh, galauuu melulu, yak?
Hem, tenang sodara-sodara. Buku ini bukan merupakan kampanye galau koq. Juga bukan dalam rangka promosi program-program musik yang bikin lebay gila tuh (apalagi lagu dangdut yang judulnya "Alay" itu he he he gak lah yau!). Ni buku cuman mau memperlihatkan betapa cinta bisa bikin orang-orang jadi lebay plus galau karenanya. Tentang kisah orang-orang yang jadi lebay plus galau gara-gara cinta ...*oh cinta, sejak dulu ... beginilah cinta!*
       Galau, menurut definisi kamus gaul yang beredar di internet adalah 'tidak menentu terhadap sesuatu'. Dalam arti yang lain juga disebutkan bahwa orang galau (baca: galauers) adalah orang yang merasa tidak menentu perasaannya, atau tidak keruan. Dan biasanya efek dari galau adalah lebay. nah, dari cinta lebay itulah muncul hal-hal gila yang bisa dilakukan oleh seorang manusia, bahkan sampai mengorbankan segalanya. perasaan, teman, persahabatan, harta, hingga agama. ck ck ck ... makanya jangan sampai cinta bikin kamu galau bin lebay, yak!!
      Dilengkapi kisah-kisah cinta yang bikin eneg, eh, maksudnya kisah cinta yang elu-elu pade *sambil nunjuk-nunjuk pembaca* bisa ambil hikmahnya!

Harga promo : 25.000 (GRATIS ongkir untuk Jateng/DIY dan GRATIS tanda tangan penulis) khusus bulan Juni.
Berminat: hub Asri Istiqomah (085725093121)

Rabu, 23 Mei 2012

Merawat Kulit Berjerawat



Kulit berjerawat pastinya sangat menyiksa kita. Bukan hanya karena rasa sakit yang ditimbulkan (tahu kan sakitnya saat baru muncul—bengkak, nyeri, kadang disertai sakit kepala (itu jika jerawatnya di deket ubun-ubun ^^)), tapi juga karena wajah yang berjerawat jadi tampak kotor dan kusam. Apalagi jika jerawatnya banyak plus gede-gede pula ihhhh … sereeem. Akibatnya, banyak orang yang nggak pede keluar rumah atau ketemu orang lain jika sedang jerawatan.
Masalah jerawat ini juga yang telah menginspirasi banyak pakar kosmetik melakukan berbagai penelitian demi mendapatkan obat mujarab bagi si kulit berjerawat. Lihat saja sekarang, banyak produk kosmetik yang dibuat untuk mencegah, mengobati hingga menghilangkan bekas jerawat.

Nah, sebenarnya jerawat itu apa sih?
Menurut Wikipedia, jerawat didefinisikan sebagai “suatu keadaan dimana pori-pori kulit tersumbat sehingga menimbulkan kantung nanah yang meradang”. Nah, kan. Itulah jerawat.

Adapun berbagai penyebab jerawat antara lain:
1.       Produksi minyak berlebih
Jerawat tidak melulu disebabkan karena kotoran dari luar. Seringkali jerawat justru disebabkan dari faktor internal, yaitu kelenjar minyak (sebaceus gland) yang berlebihan. Akibatnya saluran folikel rambut dan pori-pori kulit jadi tersumbat. Nah, kondisi yang demikian, jika kena sedikit bakteri saja maka hasilnya jadi jerawat.
2.       Sel-sel kulit mati
Sel kulit yang mati jika tidak dibesihkan maka dia akan menyumbat pori-pori kulit. Hal ini akan menyebabkan timbulnya bintik hitam dan putih yang akan membuat kulit terlihat kusam dan tidak bercahaya. Bila bercampur dengan minyak yang berlebih, plus didukung bakteri, maka jerawat akan terbentuk.
3.       Bakteri
Bakteri p.acne banyak berkembang biak di dalam kelenjar sebaceus (kelenjar minyak) yang tersumbat. Bakteri ini menimbulkan iritasi di sekitarnya. Bila tak segera ditangani, maka kelenjar yang tersumbat ini akan terus membengkak dan menjadi jerawat batu. Bila jerawat batu tersebut pecah, maka kemungkinan besar akan meninggalkan bekas jerawat yang menghitam atau seperti bekas cacar yang permanen.
4.       Kosmetik
Kosmetik yang kita gunakan bisa menyumbat pori-pori. Apabila tidak dibersihkan secara benar-benar bersih, maka akan menimbulkan jerawat.
5.       Obat-obatan
Penggunaan obat yang berlebihan dan dalam jangka panjang meningkatkan potensi timbulnya jerawat. Hal ini karena penggunaan obat-obatan dalam jangka panjang akan menyebabkan daya tahan tubuh menurun, dimana hal itu justru menjadi sasaran empuk bakteri patogen untuk berkembang biak dengan lebih leluasa.
6.       Gaya hidup yang tidak sehat
Banyak mengkonsumsi makanan instan, makanan yang berlemak dan mengandung kolesterol mengakibatkan produksi kelenjar minyak menjadi berlebihan. Akibatnya jerawat mudah menyerang.
Sering begadang, merokok, minum-minuman keras dan juga narkoba membuat daya tahan tubuh menurun. Hal ini membuat bakteri dan virus mudah menyerang. Demikian juga dengan bakteri p.acne penyebab jerawat.
Stres dan kondisi tertekan juga bisa menyebabkan jerawat. Stres dapat menyebabkan kelenjar adrenal memproduksi kortisol. Ketika dalam keadaan cemas, takut, dan tegang, kortisol akan dilepaskan dalam jumlah banyak. Hal tersebut berpengaruh besar pada kelenjar sebaceous karena menjadikan kinerjanya terlalu aktif, sehingga memproduksi minyak secara berlebihan.

Tipe-tipe Jerawat
1.       Komedo
Komedo sebenarnya adalah pori-pori yang tersumbat, bisa terbuka atau tertutup. Komedo yang terbuka (blackhead) terlihat seperti pori-pori yang membesar dan menghitam. Sedangkan komedo tertutup (whitehead) adalah kulit yang tumbuh di atas pori-pori yang tersumbat, sehingga terlihat seperti tonjolan putih kecil. Jerawat komedo ini disebabkan oleh sel-sel kulit mati yang menumpuk dan disertai sekresi kelenjar minyak yang berlebihan.
2.       Jerawat biasa
Jenis jerawat ini mudah dikenali. Biasanya berbentuk tonjolan kecil berwarna pink atau kemerahan. Jerawat ini disebabkan oleh tertutupnya pori-pori yang disertai serbuan bakteri. Bakteri itu sendiri bisa datang dari waslap, alat make up maupun tangan yang kotor.
3.       Jerawat batu (Cystic acne)
Cystic acne adalah jerawat yang besar-besar, dengan peradangan yang hebat di seluruh muka. Penderita jerawat ini biasanya juga memiliki keluarga yang menderita jenis jerawat yang sama. Secara genetik penderitanya memiliki:
  • Kelenjar minyak yang over active yang terus membanjiri pori-pori
  • Pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak secepat kulit normal saat beregenerasi.
  • Memiliki respon yang berlebihan terhadap peradangan, sehingga menimbulkan bekas di kulit.

Tips Mengatasi jerawat
Seperti disebutkan di atas, jerawat adalah penyakit yang mudah menyerang kulit kita. Penyebab umumnya adalah tersumbatnya pori-pori, sehingga kulit tidak bisa bernafas dan akhirnya membengkak. Secara umum kita bisa mengatasi jerawat dengan cara:
  1. Kulit wajah harus senantiasa dalam kondisi bersih. Untuk itu kulit harus dibersihkan minimal 2 kali sehari. Pagi dan malam sebelum tidur.
  2. Usahakan tidak memakai kosmetik bila tidak bepergian atau sedang berada di rumah. Hal ini agar kulit mempunyai waktu untuk bernafas dan beristirahat dari memproduksi kelenjar minyak.
  3. Hindari pemakaian kosmetik bila hendak tidur. Hal ini akan menyebabkan kelenjar minyak memproduksi minyak berlebihan, di samping pori-pori juga akan tertutup dengan kosmetik yang dipakai. Krim malam bisa digunakan apabila kulit anda normal dan cenderung kering. Namun, bila kulit anda kombinasi atau berminyak, maka krim malam adalah ‘barang haram’ bagi kulit anda. Untuk menyiasatinya, krim malam bisa digantikan dengan campuran minyak zaitun dan air jeruk nipis. Atau bila sangat berminyak cukup dengan air jeruk nipis saja. Air jeruk nipis selain untuk meringkaskan pori-pori juga bermanfaat untuk mencerahkan kulit.
  4. Pastikan alat kosmetik yang kita pakai selalu bersih. Karena alat kosmetik merupakan media yang baik bagi bakteri berkembang biak. Untuk itu bersihkan alat-alat kosmetik kita minimal dua minggu sekali.
  5. Apabila kita sudah berjerawat, jangan menyentuh atau bahkan memecahkannya. hal ini justru berbahaya. Ingat, tangan adalah tempat bakteri bersarang.
  6. Apabila kita berjerawat, jangan memakai make up yang berat, karena hal itu justru akan semakin membuat jerawat meradang. Pakailah make up yang tipis dan ringan. Hindari foundation saat berjerawat. Cukup pelembab, bedak tipis dan lipbalm/lipgloss.
  7. Minum air putih yang banyak. Air putih yang banyak membuat tubuh terhindar dari dehidrasi dan kulit kering. Padahal apabila kulit kering, maka kelenjar minyak akan memproduksi minyak berlebih untuk melembabkan kulit.
  8. Perbanyak makanan yang bergizi dan bervitamin seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Buah dan sayur dikenal sebagai salah satu sumber antioksidan yang mampu mencegah perkembangbiakan bakteri dan kuman.

Beberapa Resep Alami Untuk Mengobati Jerawat:
  1.  Oleskan air jeruk nipis pada seluruh muka atau kulit berjerawat. Lakukan setiap malam selama minimal seminggu. Bersihkan di pagi hari. Muka akan menjadi cerah dan jerawat akan mengering.
  2. Oleskan lidah buaya pada bagian yang berjerawat tipis-tipis sebelum memakai make up dan sebelum tidur (hanya pada bagian berjerawat). Lidah buaya bisa mengeringkan jerawat dengan cepat.
  3. Ambil seledri beberapa lembar, kemudian masak dengan air. Setelah dingin pakailah air tersebut untuk mencuci muka. Air seledri ini bisa meminimalisir minyak berlebih yang mengakibatkan jerawat tambah membesar.
  4. Ambil daun pepaya yang sudah tua, jemur hingga kering. Lumatkan daun pepaya dengan sedikit air. Lalu oleskan air tersebut pada bagian berjerawat. Tunggu beberapa saat, lalu bersihkan. Lakukan setiap hari. Bisa juga menggunakan buah pepaya yang sudah masak. Gunakan sebagai masker selama 20 menit. Lakukan setiap hari.
  5. Ambil buah tomat yang sudah masak. Oleskan bagian dalam Tomat yang berlendir ke seluruh wajah selama 15-20 menit. Gunakan setiap hari, maka komedo akan pergi jauh.
  6. Ambil yougurt dan oleskan ke seluruh wajah kita. Diamkan selama 20-30 menit. Lakukan 3 kali dalam seminggu. Selain membuat kulit menjadi lembut, kenyal dan bebas dari noda hitam, lactid acid yang terkadung di dalamnya juga bisa membuat pori-pori mengecil. Sehingga jerawat akan segera mengering.
  7. Ambil teh hijau, larutkan dalam air. Gunakan air tersebut untuk masker wajah. Teh hijau mengandung antioksidan yang mampu melawan jerawat dengan cara exfoliation (pengelupasan). Cara kerjanya, teh hijau akan membantu mengelupas sel kulit mati dan menggantikannya dengan sel kulit baru. Setelah mengelupas, antioksidan di dalamnya akan menetralisir dan melawan infeksi pada kulit berjerawat.  Teh hijau juga bisa dikonsumsi sebagai minuman, dimana manfaatnya sama seperti dioleskan.
  8. Ambil blimbing wuluh, cuci bersih dan tumbuk. Campurkan dengan sedikit garam, lalu remas-remas hingga menghasilkan air. Gunakan air tersebut untuk diolehkan di wajah berjerawat. Diamkan 15-20 menit, lalu bilas dengan air bersih. Lakukan 2 kali sehari (pagi dan malam hari).
  9. Ambil bawang putih, gerus sampai halus. Oleskan bawang putih pada bagian yang berjerawat selama lima menit (jangan lebih dari 5 menit, karena akan terasa panas dan perih). Lakukan 3 kali sehari. Jerawat akan segera kering.

Tips Menghilangkan Bekas Jerawat Secara Alami:
  1.  Campur satu sendok susu cair dengan satu sendok madu. Gunakan sebagai masker. Diamkan 30 menit, lalu bilas. Lakukan setiap hari. Wajah menjadi lebih lembut dan bekas jerawat berangsur pudar.
  2. Parut ubi kayu, perah airnya. Gunakan air tersebut untuk masker, diamkan selama 30 menit lalu bilas. Lakukan selama seminggu.
  3. Ambil daun sereh mudah, bersihkan dan tumbuk hingga halus. Oleskan ramuan tersebut pada bekas jerawat. Diamkan 30 menit, dan bilas dengan air bersih. Lakukan 3 kali seminggu.
  4. Ambil kulit pisang klutuk (yang berbiji), oleskan bagian dalamnya ke seluruh wajah. Diamkan selama 15 menit dan bilas dengan air teh yang sudah didiamkan selama semalam. Lakukan setiap hari.
  5. Ambil buah tomat yang sudah masak. Gunakan sebagai masker selama 20 menit. Vitamin A yang terkandung di dalamnya merangsang produksi kolagen yang membuat kulit lebih muda.
  6. Apabila kulit anda normal dan cenderung kering, bisa menggunakan madu atau minyak zaitun murni sebagai masker. Diamkan 30 menit, dan bilas dengan air besih. Lakukan setiap hari.
          Demikian tips untuk mengatasi kulit berjerawat. Intinya kembali kepada kebersihan diri. Jika kulit kita senantiasa bersih, maka potensi munculnya jerawat akan minim. Selain itu, faktor makanan yang bergizi dan bervitamin sangat mempengaruhi kondisi kulit kita. So, sehatkan tubuh dan bersihkan kulit, maka bye bye jerawat! (Dari berbagai sumber dan juga pengalaman pribadi)

Rabu, 16 Mei 2012

Aku dan Suamiku

Bismillahirrohmanirrohiim... 


Coba-coba nulis di blog lagi, soalnya beberapa hari ini mau nulis di blog rada eror gitu deh. gak ada spasi dan paragrafnya. kebayang kan gimana riweuhnya blogku ini? hiks hiks. tapi gak papa, dicoba lagi aja. 


Ya, kali ini gak banyak bicara deh ... upload foto-foto aja ahhhh.... kayaknya kali ini pengen banget upload poto daku ma misua dalam berbagai pose he he....(yang belum nikah jangan galau ya xixixi) 


oke tes pertama ....



tes kedua ....




tes ketiga ....




tes keempat .... (perhatian, ini hanya poto rekayasa alias editan xixixi)




Udah ah, dicoba publikasikan ya (mohon do'anya teman-teman ....)

Kamis, 19 April 2012

Kontroversi Status Pribadi di Jejaring Sosial



Bismillahirrohmanirrohiim…
Tulisan ini adalah renungan saya selama beberapa waktu setelah terdengar hiruk pikuk tentang masalah etika berjejaring sosial. Saya mencoba mengungkapkan pendapat pribadi saya yang saya ambil dari banyak sudut pandang. Semoga bermanfaat …

Jaman dahulu kala (saat monyet masih cari kutu sambil garuk-garuk kepala, ayam masih suka berkokok ‘kukuruyuuuuuk’ di pagi hari, dan burung-burung masih semanis Tweety). Pada jaman itu kehidupan tidak sehiruk pikuk ini. Pagi hari bangun pagi, melaksanakan ritual sembahyang kepada Tuhannya, menghidupkan kompor dan tungku untuk menyediakan sarapan. Dilanjutkan berangkat kerja dengan dandanan klimis, hormat pada atasan, bekerja dengan baik dan disiplin, hingga akhirnya pulang ke rumah dengan pikiran senang, meski nunggu gaji masih setengah bulan lagi ^^. Sesampainya di rumah keluarga adalah segalanya, bermain dengan anak, bercanda dengan pasangan, makan malam bersama, nonton tivi bersama, dan terakhir tidur bersama (soalnya kamarnya Cuma satu ^^).

Pada jaman dulu (saat anak SD masih pegang tali, anak SMP masih malu-malu dengan lawan jenis, dan anak SMA tidak sepusing saat ini kala menghadapi UN). Saat itu hampir setiap minggu kita bisa dolan (main) ke rumah teman kita, sekedar ngobrol, lotisan, ngrampok mangga di rumah teman, hingga silaturahim dengan niatan yang baik (he he emang ada silaturahim niatnya gak baik? ^^). Jaman itu memang semua momen bisa menjadikan setiap kita mudah berkumpul dengan orang lain, baik teman maupun lawan (lawan di sini lawan main kasti maksudnya). Tanpa ada miscall-miscall-an semua bisa kumpul “blek” di suatu tempat yang sudah kita janjian sebelumnya. Tanpa sms jarkom demo dan aksi jalanan sangat banyak pesertanya. Tanpa jarkom sms yang dibumbui kata “wajib hadir” pengajian akbar dan temu kader (kader posyandu contohnya ^^) peserta tumplek ‘blek’.

Itu jaman dulu … sekali lagi jaman dulu … saat anak kecil lebih suka ngompol di popok ketimbang di pampers. Nah, gimana nih jaman sekarang. Yuuuuuk kita tarik dan lipat waktu hingga ke jaman sekarang.

Pada jaman sekarang (saat monyet lebih suka nangkring sambil pesbukan, saat ayam digantikan burung tweety yang nge-tweet sepanjang siang dan malam, dan burung-burung sekarang jadi mutant karena marah-marah terus *nunjuk-nunjuk Angry Birds pake kemoceng*). Pada jaman sekarang ini aktivitas pagi diawali ngetweet status “mau sembahyang tahajud dulu ya, yuk tahajud, tahajud bikin hidup lebih hidup, ora tahajud uripmu benjut, de es be de es be.” Setelah nyetatus baru deh tahajud. Lalu setelah subuh nyetatus lagi “Tilawah yuuuuuk, ma’tsuratan yuuuk, muroja’ah sama suami/istri tercinta uhuuuuy, tidur lagi ahhhh, de es be de es be.”

Begitu sampai di tempat kerja yang pertama kali dilakukan adalah buka pesbuk, twitter, trus nyetatus. “Murid-muridku lucu-lucu kayak gurunya hi hi, nasib jadi pewai rendahan ya kayak gini, ini taushiyah hari ini: bla bla bla, sesungguhnya bla bla bla, de el el de el el.” Setelah itu liat-liat status orang, nge-like, ngoment, de es be de es be. Setengah jam sendiri untuk buka pesbuk dan twitter, baru setelah itu ngerjain tugas kantor, itu pun dengan diiringi setiap sejam sekali bukan pesbuk dan twitternya. Dalam hati bertanya, “Ada yang ngomentar gak ya? Ada yang suka gak ya? Followerku nambah gak ya?”. Begitu seterusnya sampai jam pulang kantor.

Sampai di rumah, bukannya meluk anak istri malah meluk BB sambil asyik BBM-an, topik di forum diskusi BB emang lagi hit, apalagi kalau bukan tentang kekalahan Barca melawan Chelsea semalam. Wuiiih seru nihhhh. Sang istri tak mau kalah, dengan BB merek cina yang harganya 500 ribuan dia nyungsep di belantara pesbuk sambil chating dengan teman pesbuk *bacanya ala fitri imut di iklan XL*, pake curhat-curhat segala macam nih, “Tau gak Sis, suamiku tuh udah gak sayang sama aku, dia itu bla bla bla *curcol bo*”. Hadeeh.

Dan si anak rupanya tak mau kalah juga, dengan laptop Papa yang dicolong dari tas kantornya dia mulai buka pesbuk. Ehh, tapi si anak ini bukannya mau say hello dengan teman-teman pesbuknya, doi lebih milih buka games online via pesbuk. Apalagi kalau bukan games adu domba eh maksudnya adu burung ama babi *lagi-lagi nunjuk-nunjuk Angry Birds pake sikat gigi*. Begitu setiap harinya. Ehmmm … emang hidup makin hiruk pikuk ^^.

Pada jaman sekarang pula (saat anak SD megangnya HP pake tipi, anak SMP suka bikin video mesum (naudzubillah), dan anak-anak SMA yang milih nikah ketimbang UN atawa pilih ijabsah ketimbang ujian sah ^^). Pada saat ini pula (kebanyakan ‘pula’ kayaknya), sms sehari bisa 100 kali (nasib tukang jarkoman  ) sampe-sampe para pemilik provider kartu telepon seluler banting-banting diskon dan kasih bonus sms setinggi langit. Ini contohnya: pakai 2 sms dapat 100 sms gratis, pake 10 sms dapat 1000 sms gratis. Hujubuneee!!! 1000 sms untuk sehari, Coy! Ampe kriting jempol tangan kita kalo ngeladeni semuanya. Belum lagi hape BB china sekarang lengkap dengan internet, langsung deh …. Tancap gas!!! Eh maksudnya tancap pesbukan, twitteran, friendster-an, apps-an, de es be de es be.

Nah … nah … itu berbagai fenomena hiruk pikuknya interaksi sosial via dumay dan HP (sms, telp). Emang super heboh nih jaman, hampir-hampir tidak ada hal yang luput dari pengamatan publik, mulai dari berita politik, berita buah bibir alias gosip artis, sampai berita pribadi pun bisa masuk ke ranah publik. Nah, untuk yang terakhir ini (berita pribadi) yang akhir-akhir ini banyak perdebatan di ranah dumay. Apakah berita pribadi alias hal-hal privasi layak diunggah ke jejaring sosial atau media publik? Lalu, apa batasan antara “hal-hal privasi” dengan “hal-hal publik”? Bagaimana pula etika berjejaring sosial?

Sebelum sampai ke masalah pokok alias inti, kita perlu tahu apa definisi jejaring sosial atau social network. menurut Prof J.A Barnes, Jejaring sosial adalah struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi. Jejaring ini menunjukan jalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga.

Adapun maksud dibuatnya berbagai situs jejaring sosial sebenarnya adalah sarana untuk berkenalan satu dengan yang lain, membentuk komunitas, serta menyatukan banyak orang (minimal dalam jamaah pesbuk). Ya, meski tidak semua orang di pesbuk itu sama tujuan dan visi misi (ceileeeh kayak organisasi aja ^^) antara satu dengan yang lainnya. Ada yang tujuannya menambah sahabat, ada yang pengen bisnis (penulis nyindir diri sendiri neh ^^), ada yang ingin menemukan sahabat lama, ada yang pengen cari sensasi (bikin status gila-gilaan sampai gila sendiri), ada yang pengen jadi artis (unggah video lipsinc ala Sinta Jojo trus di share di mana-mana), ada yang pengen menang lomba (lomba cerpen suruh nge-tag minimal 20 orang …hi hi hi sopo sing sukanya ikut yang kayak gini … hayo ngaku ^^), ada juga yang pengen dakwah (statusnya biasanya hadits dan Al Qur’an. Lha yang statusnya gak hadits dan qur’an berarti gak dakwah dong … hi hi embuhlah).

Nah, dengan semakin banyaknya teman di pesbuk kita atau follower di twitter kita, maka semakinplural-lah latar belakang para pengguna perbuk itu. Dan semakin plural maka semakin beragam dan bervariasilah tujuan-tujuan para penggunanya. Dan, semakin bervariasi tujuan para pengguna pesbuk maka semakin bervariasi tampilan dan gaya orang berpesbuk. Ada yang statusnya lempeng-lempeng aja, ada yang statusnya heboh, ada yang statusnya sedang-sedang aja (kalau sedang heboh ya heboh, kalau sedang lempeng ya lempeng hi hi becanda), ada yang sukanya unggah foto-foto pribadi (mulai dari rumah pribadi, motor pribadi, kucing pribadi, sampai suami atau istri pribadi ^^), ada yang sukanya nge-tag produk bisnisnya sampai menuh-menuhin wall (ishhh, kadang sebel hi hi), juga banyak yang bikin kampanye coblos ini dan itu, eh ketinggalan … ada juga yang sukanya nge-tag lomba ini dan itu tapi gak pernah menang he he becanda, harus tetap semangat dong! Cahyo eh ... Chayo!!!

Nah kan, emang ribet dan hiruk pikuk dunia ini. Udah hiruk pikuk karena banyaknya pengangguran, rumah kumuh, gelandangan, eee masih ditambah dumay yang ikut hiruk pikuk juga. Rasanya mau jedotin kepala, tapi gak jadi deh, masih baru soalnya. Lho???
Ah, ketimbang ngalor ngidul gak jelas, kayaknya harus fokus lagi nih! Oke lanjutkan!!! (gaya SBY, tapi suerrr saya bukan kader partainya koq. So, jangan ikut-ikutan dihajar ya ^^).

Karena orang-orang di pesbuk itu sangat plural, jelas gak mungkin kan kita paksa jadi 1 pola. Ini bukan karena melanggar HAM dan sebagainya, tapi ini murni karena menurut logika gak mungkin manusia disamakan. Satu bapak satu ibu aja beda pendapat tentang makna rumah yang bagus, satu guru satu ilmu aja beda cara praktekinnya, satu lingkaran (lingkaran opo iki?) aja beda tipe ideal calon suami/istrinya—soale nek sama iso rebutan he he. Apalagi ini, lima ribu bapak lima ribu ibu (perhatian! 5000 adalah standar maksimal pertemanan di pesbuk), lima ribu otak lima ribu ide, ratusan daerah dan suku bangsa, 5 agama yang berbeda (misalnya di pesbuk kita berteman dengan berbagai agama), ada yang lulusan SD ada juga yang S3, ada yang pernah ke Korea ada juga yang baru mimpi ke Korea (iki maksude opo tooooh?). Maka, logikanya, dapatkah semua itu dijadikan 1 pola? Jawabnya; TIDAK!!!

Selanjutnya, perbedaan latar belakang rupanya menjadi salah satu sebab bedanya cara komunikasi di antara manusia (tengak tengok anak-anak komunikasi nih). Begitu yang disebutkan dalam berbagai teori komunikasi (teori yang kupakai untuk skripsiku “Komunikasi Multikultural”). Perbedaan latar belakang ini seperti sudah disebutkan di atas, seperti perbedaan keluaraga (cara pendiidkan keluarga), daerah, suku bangsa, agama, dan geografis. Contoh kecilnya bahasa jawa. Orang di Solo pake bahasa jawa dan biasanya logatnya halus (pake kata-kata “ngapunten, nggih, sendiko dawuh Kangmas”), perhatikan dengan bahasa jawa daerah barat Purbalingga, Kebumen, Cilacap, de el el. Bahasa jawa ngapak biasanya logatnya lebih keras ketimbang logat Solo-Jogja (kayak Bus Sumber Kencono wae ^^). Atau kita beralih ke jawa Timur, di sana bahasa jawanya amat keras dan tegas … eh, jangan salah bukannya mereka galak-galak, hanya saja kultur di sana berbahasa yang ceplas ceplos. Jika kita mengamati, kita pasti tahu bahwa secara bahasa saja sudah dari sono-nya beda.

Contoh yang lebih kecil deh. Saya dan suami dibesarkan dalam dua keluarga yang berbeda. Sejak kecil saya dididik dalam keluarga saya dengan cukup disiplin dan banyak peraturan. Contohnya makan tidak boleh berdiri, tidak boleh teriak-teriak, tidak boleh lari di dalam rumah, tidak boleh duduk mekangkang, tidak boleh kaki di atas meja, tidak boleh menampakkan kemesraan suami istri di luar kamar, seperti lihat tv sambil duduk bersandar berdua, atau cium kening saat mau pergi atau panggilang “sayang” itu haram dilakukan di luar kamar (jadi bolehnya di kamar saja). Sebaliknya, suami dididik dengan kebalikannya (mungkin karena tinggal di kota), jadi terbiasa dengan suara keras atau panggilan sayang di mana-mana. Perbedaan ini jelas membuat kami harus saling toleran. Saya yang awalnya cukup risih dipanggil sayang akhirnya terbiasa. Suami yang suaranya cukup besar jika di rumah saya belajar untuk memperkecil suara. Begitulah, toleran itu kuncinya.

Begitu pula ketika kita menghadapi yang namanya jejaring sosial aka pesbuk dan twitter. Di sana banyak orang, banyak latar belakang, banyak pemikiran, banyak ideologi, banyak kepentingan. Kita tidak bisa memaksa semua orang sama seperti kita, sama seperti idealnya diri kita. Kecuali jika memang kita menginginkan yang seragam, tentu kita bisa memilih teman-teman pesbuk yang seragam dengan kita. Itu hak kita.

Namun, jika kita berniat untuk dakwah, gak mungkin kan kita Cuma berteman dengan orang-orang yang sevisi dengan kita. Namanya bukan dakwah. Karena dakwah itu untuk orang-orang yang belum sevisi dengan kita, dan berbagai orang yang beda-beda tadi justru adalah objek dakwah yang potensial. Kita bisa berdakwah kepada mereka. Gratis, tanpa harus bikin buletin, tanpa harus bikinin pengajian akbar, bahkan tanpa harus bertatap muka. Itulah kelebihan jejaring sosial untuk dakwah kita.

Apalagi dakwah kedepan tidak cukup disokong oleh orang-orang yang sevisi dengan kita. Dakwah memajukan Indonesia harus disokong oleh banyak pihak, juga yang diluar dari komunitas kita. Untuk itulah mengapa kita harus mempunyai situs jejaring sosial sebagai media dakwah kita, mengingat kita belum bisa mempunyai media lain seperti TV atau koran. Itulah mengapa kita ditargetkan menyerbu pesbuk dan twitter, serta menjalin persahabatan dengan banyak orang. Siapa saja. Karena itu modal perjuangan kita.

Lalu apakah kita harus jadi orang populer di dumay? Jawaban saya: IYA! Sengaja saya tidak pake kata artis atau selebritis karena biasanya mengarah ke dunia entertainmen. Sedang maksud saya dengan orang populer itu adalah orang yang dikenal banyak orang. To the poin aja, dalam dunia dakwah, semakin orang dikenal, semakin banyak orang yang mengikutinya atau sekedar mendukungnya atau bahkan minimal tidak menyudutkan dakwahnya. Tentu untuk urusan ini dikenalnya dalam hal yang baik, tidak sekedar terkenal karena heri alias heboh sendiri (mohon maaf bila ada yang namanya heri, soale itu juga aku dikasih tahu dari temen og bukan karangan sendiri ^^).

Lalu bagaimana dengan urusan privasi dan urusan publik? Apakah baik urusan privasi/pribadi dimuat di ruang publik? Untuk itu mari kita lihat seksama. Apa itu urusan pribadi? Coba sebutkan! Mandi, tidur, sholat, sholat tahajud, sholat dhuha (biasanya ini yang banyak distatuskan hi hi ), sedekah, harta, rumah, motor, mobil, sakit, kematian, hobi, kerjaan, sekolah, bisnis, kucing atau piaraan, makan, sex, keintiman suami istri, apalagi ya … itu dulu deh. Nah sekarang apa itu urusan publik? Pajak, politik, korupsi, hukum, jalan raya, rumah sakit, presiden, menterinya, polisi, de el el.

Nah, sekarang mari introspeksi masing-masing diri, banyakan mana yang kita status di pesbuk dan twitter kita. Sedikit aja contohnya, silakan coret yang tidak sesuai dengan jawaban anda:
“Alhamdulillah, sesudah Dhuha lega rasanya … ayo sahabat ikut dhuha.” (pribadi/publik)
“ini rumahku lho *unggah foto rumahnya*” (Pribadi/publik)
“Dijual Hp merek BB palsu, sudah rusak semua, tinggal kartunya. Bermina? Hub xxxx” (pribadi/publik)
“Tolong doakan saya sedang sakit. Tolong doakan orang tua saya yang sedang sakit, dll” (pribadi/publik)
“Seharusnya Presiden SBY turun!” (Pribadi/publik)
“Ini kucingku yang lucu dan nggemesin, kalau aku gak lihat dia sehari aku gak bisa tidur *unggah foto si kucing lucu*” (pribadi/publik)
“Sayang, cintaku oh my love kutunggu di rumah. Udah kangen berat nih, maklum aku gendut hi hi.*status untuk suaminya*” (Pribadi/publik)
“Aku dan suami sedang tanam padi. Tapi sayangnya kita gak di sawah, kita lagi di pantai *unggah foto berduaan sambil pegangan tangan dan saling menatap*” (pribadi/publik)
“Aku dan suami di myeongdong. Hasil editan si Jolie *unggah poto editan di Korea. Hi hi hi ini aku banget*” (Pribadi/publik)
“ini hobiku yang sekarang jadi bisnis. Silakan dibeli. *Unggah foto suvenir. Trus ditag kemana-mana*” (pribadi/publik)

Ya, cukup segitu untuk perbandingan. Sebenarnya kita nih, paling banyak nyetatus apa sih? Pribadi atau publik? selain itu mari kita jujur, apakah setiap yang pribadi?privasi itu pasti salah jika dipublikkan?

Selanjutnya, untuk menyikapi fenomena hiruk pikuk dan gila-gilaannya teman-teman pesbuk kita *wah parah, si Penulis gak ngerasa gila-gilaan nih hi hi*, ada baiknya kita lihat dari latar belakang teman-teman kita itu sendiri. Lihat keluarganya, lihat daerahnya, lihat agamanya, lihat ideologinya. Jika kita melihat itu semua, maka kita akan menjadi orang yang lebih toleran melihat perbedaan. Jangan malah menjauhi atau mendelete mereka dari pertemanan, jangan pula hanya berkumpul dengan orang-orang yang sevisi dengan kita. Karena dakwah seharusnya lebih luas dan terbuka.

Sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad SAW:
“Orang mukmin yang bergaul dengan masyarakat dan bersabar terhadap ulah buruk mereka, maka pahalanya lebih besar daripada mukmin yang tidak bergaul dengan masyarakat dan tidak bersabar atas ulah buruk mereka.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Tapi, jika yang melakukan kehebohan itu adalah orang yang menurut kita seharusnya paham untuk tidak begitu. Kita bisa ingatkan secara pribadi, sekali, dua kali, tiga kali. Jika belum manjur juga tinggal doakan aja. Karena kita tidak punya hak atas hidayah dari Allah. Rasulullah aja tidak punya hak untuk menjadikan orang itu baik. Yang punya hak jelas hanya Allah. “Laa ikhroha fiddiin … tidak ada paksaan dalam agama.” Apalagi jika perbedaan itu bukanlah perbedaan yang sifatnya tsawabit dan muhkamat (pokok dan sudah jelas dalilnya). Jika perbedaan itu perihal yang mutaghayyirat (banyak variabel/bisa berubah-ubah) sesuai kondisi daerah, situasi terkini, dsb, maka janganlah hal itu membuat perpecahan dalam tubuh umat ini, atau dalam persaudaraan kita. Berlapangdada lah, karena itu akan membuat hatimu lebih tenang dan tentram. Ayo, siapa mau terus menerus mendapatkan pahala? Akuuuu!!!

Sedikit ini yang sya tulis, sebenarnya masih banyak yang ingin saya kemukakan berbagai sudut pandangnya selain hal-hal yang di atas, tapi apa daya tempatnya gak muat. Plus kasihan yang baca juga mumet.

Oke itu dulu, monggo kawan-kawanku, silakan kasih opininya ya. Kita sharing ilmu agar lebih barokah hidup kita.

Kamis, 15 Maret 2012

Belajar Bahasa Korea (Again ^^)

MAKNA KESETIAAN

1. 남: 우와, 너무 좋아….기다리느라 목 빠지는 줄 알았어.
Nam: uwa, neomu joha….gidarineura mok ppajineun jul arasseo.
Pria : waahh..senang sekali akhirnya waktu yang ditunggu itu tiba

2. 여: 자기야 , 내가 떠나면 어떻게 할 거야?
Yeo: jagiya , naega tteonamyeon eotteoke hal geoya?
Wanita : sayang ..bila aku pergi, kau bagaimana?
3. 남:그런 거 꿈도 꾸지 마!
nam: geureon geo kkumdo kkuji ma!
Pria : jangan pernah bermimpi seperi itu

4. 여 :날 사랑해 ?
yeo :nal saranghae ?
Wanita : kau mencintaiku?
5. 남 : 다연하지.. 죽을 때까지…
nam : dayeonhaji.. jugeul ttaekkaji…
Pria : tentu, hingga akhir hayat

6. 여: 당신 날 때릴 거야?
Yeo: dangsin nal ddaerilgeoya ?
wanita : apakan nanti kau akan memukulku ?
7. 남:미쳤어? 사람 보는 눈이 그렇게 없어
nam: michyeosseo? saram boneun nuni geureoke eobseo
Pria : Gila…aku blom buta tahu…

8. 여:나한테 매일매일 키스해 줄 거야?
yeo: nahante maeilmaeil kiseuhae jul geoya?
Wanita : setiap hari kau akan memberikan ciuman padaku?
9. 남:응, 기회 있을때 마다
nam: eung, kihwe isseulttae mada
Pria : iya setiap ada kesempatan

10 . 여:당신 바람피울 거야?
yeo:dangsin barampiul geoya?
wanita : Kau nanti akan selingkuh ?
11. 남: 절대 말도 안돼 ..
nam: jeol dae maldo andwe..
Pria : tidak akan pernah ..nggak boleh terjadi

12. 여:나 죽을 때까지 사랑할 거지?
yeo: na jugeul ttaekkaji saranghal geoji?
Wanita : Kau akan mencintaiku hingga mati
13. 남 : 응…
nam : eung…
Pria : emm, iya

14 . 여 : 자기야……
yeo : jagiya……
wanita : ohhhh sayangku…. ( * sambil loncat-loncat sampai kejedut langit-langit )


Sumber: http://tazkiana.wordpress.com

Minggu, 11 Maret 2012

Balada Telonan (Tiga Bulanan)

pagi-pagi sudah kesel hatiku...ups jangan ditiru yang sobat semua...
habisnya banyak orang yang bikin kesel nih...
ini bermula hari Minggu (11 Maret 2012) kemarin.
pagi itu aku lagi bersih-bersih rumah mertua, soalnya siangnya keluarga besar dari Sragen mau datang. Nah, pas lagi asyik, seorang tetangga (masih kerabat Suami) datang dan menepuk bahuku. olala...pasti mau ngomongin masalah "Telonan" lagi nih, pikirku. sambil nyengir basa basi aku mendengarkan pembicaraannya. nah lho, benarkan? lagi-lagi bahas "telonan", intinya aku kudu buat beberapa jenis makanan dan bubur "apaan sih", untuk membuat selamatan tiga bulanan kandunganku.
"Tak kandani yo, ojo nesu. iki yo nggo keselametan bayimu (Aku kasih tahu, tapi jangan marah. Ini juga demi keselamatan bayimu)" katanya.
hadeeeeh...udah beberapa kali dalam seminggu ini perempuan paruh baya itu mendatangi rumahku. Dan pembicaraannya selalu sama, "Telonan".
belum sempat aku menjawab, perempuan itu berujar lagi, "Aku ora ngerti, kowe soko aliran opo. Ning telonan kuwi tradisi. Kudu dijalanke, nek pengen selamet (Aku nggak tahu, kamu dari aliran apa. Tapi "telonan" adalah tradisi, harus dijalankan kalau ingin selamat)."
ihhh, ngomongin aliran segala ... emang aku mata air apa? Aku diam saja. Karena orang ini memang gak bisa dibantah.
"Tapi Lik, kandungan saya belum tiga bulan, baru dua bulan," elakku. Aku berusaha memberi alasan yang paling logis dulu.
"Kuwi perkiraan dokter. asline uwis telung wulan (Itu perkiraan dokter. tapi sebenarnya sudah tiga bulan," jawab perempuan itu.
Jiaaan, ini orang emang tahu apa 'sok' tahu sih...masak perkiraan dokter disalahkan. dokter spesialis kandungan pula, aku tertawa geli dalam hati.
"Kulo nunggu Mas Choirul rumiyin (Saya nunggu Mas Choirul (suami) dulu" jawabku enteng sambil meninggalkan perempuan yang kata anaknya 'kejawen' itu.
Rupanya tak perlu menunggu lama, saat suamiku pulang dari bersih-bersih Rumah KM (markaz organisasinya), perempuan itu datang lagi. sama, ngomongin tentang telonan. tapi langsung dijawab tidak oleh suamiku.
aku kira sudah selesai permasalahannya, tapi ternyata tidak. perempuan itu gantian mendatangi mertuaku dan memintanya mengadakan "telonan". Suamiku yang tahu hal itu langsung menyuruh mertuaku agar tidak menuruti perempuan itu. tapi, perempuan itu gak mau menyerah...ia mengambil (lebih tepatnya mencuri!!!) bahan-bahan makanan dari rumahku dan membuat bubur "apaan sih" di rumahnya.
bayangkan Sobat, seartis apa aku ini (kalau mau narsis) sampe tetangga-tetanggaku membuat selamatan atas namaku dan bayiku tapi tidak di rumahku. Aku dan suamiku benar-benar geram. Bisa-bisanya mereka ikut campur urusan rumah tangga orang (masih geram abis...sorry kalau bahasanya sadis), padahal keluarganya sendiri aja belum beres.
Aku juga tidak habis pikir, mengapa harus ada telonan. padahal tanpa itu juga asal kandungan dijaga dengan baik insyaAllah akan baik-baik saja. Keluargaku sendiri sejak dulu sampe sekarang gak pernah Telonan, Mitoni,dll. Tapi anak-anaknya sehat-sehat saja,pinter-pinter (ceileeeh), cantik-cantik dan ganteng-ganteng (narsis!), dan insyaallah Shalih Shalihah. Kenapa orang lain memaksakan "hal-hal aneh" itu kepadaku, padahal keluarganya saja belum terbukti "berhasil". (Maaf, lagi-lagi sadis)
dengan menahan tangis, aku memberitahukan kakakku dari Sragen siang harinya. Dia menasehatiku agar sabar. "Yang penting kamu sudah menolak, keluargamu sudah menolak. terserah orang lain mau melakukan apa, itu berarti bukan kamu yang mengadakannya," katanya membesarkanku.
Aku yang saat itu pengen banget ikut pulang ke Sragen, akhirnya urung melakukannya. Tak seharusnya aku lari dari keadaan ini (tetangga-tetangga yang aneh), tapi aku harusnya berusaha merubahnya sedikit demi sedikit.
fiuuuuh...lega rasanya sudah menuliskan semua ini. Mungkin ada sebagian dari sobat yang mengalami "dipaksa" selametan, entah Telonan atau Mitoni.semoga curhatku ini bisa bermanfaat. Intinya, jangan diam saja ... tolaklah permintaan itu dengan cara yang baik ... harus kukuh untuk menolaknya. dan bila kemudian orang lain "mengadakan" selametan itu atas namamu, insyaAllah itu bukan dosamu.


*Ya Allah, selamatkan aku dan bayiku. Dan jauhkan kami dari perbuatan-perbuatan bid'ah dan syirik. Amiin*