Selasa, 27 Juli 2010
Cerpen Leemin Hay rasa Korea Banget!
ini kali pertama aku mengisi blog ini selepas aku menikah....he he padahal dulu2nya juga gak aktif-aktif amat alias malas nulis di blog ho ho...
tapi setelah menikah, aku berazam (cie cie) akan semangat untuk menulis blog lagi. chayo!! hwaiting!!!
ini adalah cerpen yang dimuat di majalah Gizone edisi 15, judulnya Leemin Hay. ehmm....rasanya korea banget yach! yup, emang bener!!! cerpen saya kali ini adalah cerpen remaja dengan citarasa koreamania...maklum saja, saat ini hampir semua remaja di seluruh dunia sedang demam dengan segala hal yang berbau korea. ehmm, sebenarnya sih saya juga salah satu penggemar korea, tetapi saya berusaha tidak menjadi maniak korea. saya hanya menyukai bahasa serta budaya korea, dan berharap bisa melanjutkan studi di sana...alhasil saya harus memperbanyak pengetahuan plus meningkatkan kemampuan berbahsa korea saya.
akan tetapi banyak remaja justru salah kaprah saat menyukai korea, mereka menjadi histris saat melihat cowok2 dan cewek2 korea yang cute abiz! lalu mereka menjadi mengkhayalkan andai saja salah satu dari mereka bisa menjadi pacarnya atau pasangannya kelak. bahkan dia rela merogoh kocek dalem2 demi membeli majalah atau tabloid yang isinya foto si korea itu, atau untuk melihat konser artis korea idolanya itu. bahkan parahnya setiap tingkah laku mereka mencontoh orang2 korea, mulai dari pakaiannya yang harajuku abiz, sampai dengan kisah asmara para remajanya. nah, tentu hal ini tidak benar.
saya harap dengan membaca cerpen ini, para remaja bisa paham tentang arti suka atau maniak.
LEEMIN HAY
“Eh, lihat deh! Ini keren ya, waaaaa.....cakep,“ ujar gadis yang rambutnya dikepang tiga, Sisi namanya.
“Yang ini lebih cakep, suaranya…beeeuuuuuh...hebring euy!“ kata cewek yang rambutnya dikonde dua mirip Nacha. Namanya Lulu.
“Halah, lebih cute yayangku dong, udah cakep, suaranya keren, ngedancenya juga keren...kyaaaa,“ ujar gadis lain yang rambutnya dikuncir dua dengan pita berwarna pink dan jepit rambut stroberi dengan warna yang sama dengan pita. Kalau yang ini namanya Momo.
Ketiga gadis yang semenjak orok sudah bersama, dalam suka dan duka, dalam sedih dan senang (halah...) itu sedang mengerumuni majalah remaja yang baru dibeli Momo sepulang sekolah kemaren. Majalah itu penuh dengan gambar-gambar cowok-cowok Korea yang sebenarnya oke juga kalo dilihat, ya meskipun agak kecewek-cewekan gitu deh...(ho ho...ngaku nih ye!).
Emang saat itu virus Korea lagi hebrong (maksudnya lebih dari sekedar hebring) di Indonesia. Dimulai dari masuknya drama-drama Korea yang banyak menghiasi layar kaca, seperti Boys Before Bunga (BBB) yang menampilkan banyak bintang Korea seperti Rapi Amat, Dimas Beckam, Ayu Sih Tu, Chinda Bella dan Chelsea Milan (lho…lho…koq kayak artis Indonesia ya...).
Akibat virus itu, Momo cs jadi demen banget nonton film Korea dan dengerin lagu-lagu Korea. Alasannya sih filmnya oke, trus lagunya juga oke. Tapi kalau mau ditelusuri dan diinvestigasi setajam silet, cewek-cewek itu sebenarnya klepek-klepek sama cowok-cowok Koreanya!! Halah-halah...
“Eh, tahu nggak?! Si Leemin Hay itu katanya mo datang ke Indonesia lho,” kata Momo heboh.
“Leemin Hay? Yang main di film Tali Pocong itu?!!!!“ teriak Lulu.
“Ya iyalah, emang ada Leemin Hay yang lain?” Momo nyerocos.
“Waaaa, masak sih. Kapan? Mo ngapain? Mo syuting ya? Apa jumpa fans?” kejar Sisi dan Lulu tak kalah hebohnya.
“Nggak koq, doi gak mo konser ato syuting. Doi cuman mo ketemuan ma ceweknya.”
“Kyaaaaa….masak sih? Emang ceweknya di Indonesia? Lha sejak kapan? Koq gue ketinggalan beritanya?” Lulu protes.
“Iya nih, masak gue juga gak tau?” Sisi gak kalah sangarnya.
“Tenang-tenang, semua tenang. Kalian bakal kebagian foto dan tanda tangan gratis dari ceweknya Leemin Hay koq. Ceweknya doi udah ada di depan kalian ini he he,” Momo cengar-cengir.
Bukk! Majalah remaja itu sudah sukses menempel di muka Momo. Ya, Momo mendapat serangan bertubi-tubi dari dua cewek yang juga ngarep jadi ceweknya Leemin Hay.
“Ya udah deh, ntar kita bagi-bagi aja Leemin Hay-nya. (busyeet, emang sembako dibagi-bagi). Kalian dapat tanda tangan dan fotonya, aku dapat orangnya,” Momo nyengir lagi.
Kali ini cengirannya benar-benar berakibat fatal, karena kali ini bukan hanya majalah aja yang akan menempel di mukanya. Kedua sohibnya itu bahkan sudah melirik meja dan kursi yang ada di sekitar mereka. Demi melihat situasi yang sudah tidak terkendali Momo segera meninggalkan TKP dan berusaha mencari tempat aman.
“Eh, lo mau kemana?” teriak kedua sohibnya melihat Momo yang ngacir kalang kabut.
“Gue mo ke perpustakaan dulu. Mo pinjam buku untuk pelajaran Pak Tohar ntar,“ ujar Momo sambil melambaikan tangannya.
“Tumben amit si Momo pinjem buku, biasanya aja cuek beibeh gitu meskipun diceramahin ama Pak Tohar,” ujar Lulu sangsi. Sisi hanya bisa tersenyum dan mengangkat bahunya.
***
“Ya ampun, di mana sih buku yang dimaksud Pak Tohar itu. Masak perpustakaan sebesar ini harus diubek-ubek, kapan ketemunya? Lagian Pak Tohar itu aneh, kenapa juga harus buku Sejarah Indonesia terbitan Grampress, kenapa gak terbitan yang lain aja, kilogram kek...hektogram kek, atau apa gram gitu deh, jadinya kan gak susah gini!“ Momo terus-menerus mengomel.
Yah, Momo emang paling ogah ke perpustakaan, soalnya selain males baca buku, Momo phobia terhadap buku. Eit, bukan sembarang buku, lho. Momo paling takut dengan tumpukan buku, entah di perpustakaan atau di toko buku. Dia selalu merasa buku-buku itu akan menyerangnya dan memaksanya membuka mata dan membacanya sampai habis dan muntah-muntah. Beuuuh, bayangan yang aneh bukan?
Dan saat ini, Momo terpaksa bin gak rela berada di sebuah ruangan besar yang dipenuhi tumpukan buku bernama perpustakaan sekolah. Sebenarnya Momo sudah merasa pusing dan mual semenjak menjejakkan kakinya di pintu masuk. Tapi demi mendapatkan buku yang akan membuatnya menjadi anak baik selama pelajaran Pak Tohar itu, doi rela berputar-putar sambil sedikit terhuyung-huyung (lho koq malah seperti orang mabuk).
Saat kepalanya pusing berat plus badannya yang terhuyung-huyung itulah muncul sesosok yang bercahaya (setidaknya menurut Momo). Seorang cowok yang jangkung, mukanya cakep, kulitnya putih, berambut lurus dan disisir ke atas mirip sekali dengan cowok yang sepagian jadi bahan gosipan bersama kedua sohibnya itu. Siapa lagi, ya si Leemin Hay itu!
Momo menggosok-gosok kedua matanya, belum puas dengan digosok, matanya di kerjap-kerjapkan dengan maksud agar terlihat imut. Apa gue lagi mimpi, Momo mencubit pipinya sendiri. Aduuuh sakit, berarti....ini gak mimpi! Lee...Leemin Hay...kyaaaaa....!!!
“Kamu gak papa?” sosok bercahaya itu memandang Momo dengan pandangan sedikit takut. Wajar aja, wong gadis didepannya memandangnya dengan tidak berkedip, ditambah dengan senyum selebar tujuh centi ke kanan dan kekiri. Ini gadis waras gak sih, mungkin itu yang dipikir cowok itu.
“Gak, papa koq. Kka...kkaa....kkamuuu...Leemin Hay, kan?” tanya Momo terbata-bata. Saking kagetnya kali, ya.
Cowok tinggi plus cakep itu hanya tersenyum. “Bukan. Saya bukan Lee…Lee…siapa tadi?”
“Leemin Hay!” ujar Momo semangat.
“Ya, itu...saya bukan itu. Kamu salah orang,” cowok itu masih tersenyum. Duuuuuh, manis banget, sih! Kyaaaaa, Momo semakin terpesona.
“Trus namanya siapa?” ups, Momo langsung menutup mulutnya. Aduuuh, kepedean banget sih gue! Tapi…ah, peduli amat, amat aja gak peduli. Yang penting saat ini di hadapannya ada cowok kece dengan muka kece, rambut kece, dandanan kece, pokoknya kece semua deh. Ini kan kesempatan langka, pikirnya.
“Nama saya Saipul.”
Momo mengernyitkan dahi, koq namanya itu, kenapa gak nama yang lain aja. “Koq namanya Saipul, sih?”
“Lho, kenapa? Namanya jelek, ya?” ujar cowok yang keheranan dengan pertanyaan mengherankan dari cewek aneh dan agak mengherankan juga itu.
“Nggak! Bukan! Nggak jelek koq. Cuman…ehmm…kenapa gak nama yang lain saja? Misalnya aja Leemin Hay, Yoyon Jiho, Kim Bumay atau apa gitu yang keren. Nama Saipul kan kurang keren.” Cowok yang diprotes perihal namanya itu semakin terpana dengan keunikan gadis di depannya. Mimpi apa semalam sampai ketemu makhluk aneh yang imut ini, begitu pikirnya.
***
Sejak kejadian pertemuannya dengan sosok Leemin Hay yang punya nama asli Saipul itu Momo jadi sering ke perpustakaan. Bukan karena hobi membaca tiba-tiba telah bersemayam dalam jiwanya, tetapi doi hanya ingin bertemu dengan sosok yang membuat hatinya meleleh (lilin kaleee...). Apalagi Saipul memang bekerja di perpustakaan sekolahnya.
Dan anehnya, semenjak saat itu juga, Momo tidak lagi phobia dengan buku. Dia tidak lagi muntah-muntah jika berada di perpustakaan atau di toko-toko buku, malahan sekarang dia bisa berlama-lama di perpustakaan. Bisa berjam-jam doi nggendon di sana. Entah rencana apa yang tersembunyi di benaknya hiiiihiiiihiiiii (halah, malah horor gini sih!)
Untuk perkara yang satu ini, Momo agaknya sangat menyalahkan dirinya, kenapa tidak dari dulu-dulunya ke perpustakaan. Pasti kan sudah sejak lama doi bisa kenalan sama Leemin Hay, eh maksudnya Saipul itu. Akibatnya doi sekarang tidak menjadi satu-satunya petarung yang ingin mengambil hati sang petugas perpustakaan bermuka Korea abis itu. Karena ternyata selama ini fansnya Saipul udah seabgreg.
Lulu dan Sisi yang sebenarnya sudah tahu perihal Saipul alias Leemin Hay versi sekolah mereka itu hanya datar saja saat Momo menceritakan sosok Saipul dengan semangat berapi-api sampai berair-air, bayangin aja seperti Barack Obama yang lagi nyelam sambil pidato. Nah lho, gak nyambung kan?
“Udah lah, Mo! Gak usah ngimpi, si Saipul itu udah banyak fansnya. Mending mundur aja, daripada sakit ati,“ Sisi menimpali disambut anggukan Lulu.
“Apa? Mundur? Momo harus mundur cuman gara-gara cewek-cewek genit itu? No way, beteway n’ busway!“ tuh kan, semangat banget kayak Gajah Mada sedang bersumpah. Beuuuuh…!!!
Dan benarlah, Momo pun melaksanakan sumpahnya. Doi bertambah sering nyambangin perpustakaan, bukan hanya pas jam istirahat saja, bahkan pas jam pelajaran pun doi malah ngelayap ke perpustakaan. Sampai-sampai nilainya hancur karena selalu ketinggalan pelajaran. Dan ini semua dilakukannya demi si petugas perpustakaan yang cute abis itu. Ter…la…lu…
Seperti pepatah Spanyol yang berbunyi Pucuk dicinta ulam pun tiba, usaha dan perjuangan Momo membuahkan hasil. Ternyata si Leemin Hay itu juga kesengsem sama cewek imut dan agak aneh itu. Dan singkat cerita, keduanya pun jatuh cinta.
Tentu saja kisah percintaan mereka menjadi hal yang menghebohkan di sekolah. Bayangin aja, seorang penjaga perpustakaan sekolah berpacaran dengan seorang murid yang menjadi pelanggan perpustakaannya. Bahkan sebuah poling yang beredar di sekolah itu menobatkan si Momo dan Saipul Leemin Hay itu sebagai pasangan paling amatiran dan konvensional seantero sekolah. Entah siapa yang kurang kerjaan membuat poling itu, yang jelas nama keduanya semakin berkibar mengalahkan popularitas Andang dan Syahtini, yang sebelumnya dinobatkan dengan gelar serupa. Heh, aya-aya wae...!
Dan kian hari perilaku kedua insan yang sedang dilanda wabah DB alias demam bercinta itu kian membuat resah pihak sekolah. Pasalnya keduanya sering sekali mojok di perpustakaan sekolah hanya untuk bergombal ria, sampai-sampai si Saipul sering mangkir dari tugasnya sebagai petugas perpustakaan. Sebenarnya banyak pihak yang sudah mengingatkan, bahwa kelakuan mereka itu parah bin amit-amit jiddan, tapi keduanya menganggap semua peringatan itu seperti angin lalu. Beuuuuh…!
***
Siang itu seperti biasa, Momo dan Saipul lagi asyik berduaan di pojok perpustakaan. Saking asyiknya, kedua makhluk yang sedang seolah tak menghiraukan orang-orang yang berlalu lalang di dekat mereka.
“Bang Saipul….!!!!,” tiba-tiba seorang wanita yang sedang menggendong anaknya mengagetkan keduanya. Saking kerasnya teriakan itu, Momo yang tidak pernah mendengar teriakan super keras kecuali dari mulutnya sendiri itu sampai melongo.
“Bang Saipul! Begini ya kerjaannya kalau gak di rumah? Katanya sudah tobat? Dasar lak-laki hidung Zebra!“ wanita itu menarik kerah baju si Leemin Hay. Wajahnya merah, hidungnya merah, matanya merah, bahkan rambutnya juga merah! Wah, tampaknya wanita ini sedang marah besar, Momo gemetaran.
“Sabar, Neng! Sabar...! Abang bisa jelasin semuanya,“ Saipul berusaha meredam wanita yang sudah bersiap melayangkan tinjunya.
“Sabar??? Nih, aku kasih sabar!,“ Bukkkk! Sebuah pukulan sukses mengenai hidung Saipul, dan dalam sekejap Saipul sudah tergeletak di lantai.
Momo semakin gemetaran, apalagi dilihatnya wanita mendekatinya. Wajahnya sudah tidak merah, hidung dan matanya juga sudah normal, tapi…rambutnya masih merah menyala. Momo hanya bisa komat-kamit membaca ayat-ayat Al Qur’an yang dihafalnya. Tapi, karena hafalannya hanya surah Qul Huwallahu ahad saja, otomatis surah itu dibacanya berulang-ulang.
“Dek,” wanita itu memegang bahu Momo, sontak Momo hampir nangis. “Jangan takut, adek nggak salah koq. Saya gak akan memukul adek. Yang salah itu si Saipul itu. Dia memang brengsek! Sudah banyak cewek-cewek yang ditipunya, ngakunya masih bujangan, padalah dia itu sudah punya anak dan istri!!!” wanita itu masih meledak-ledak! Momo semakin gemetaran.
“Mm..Mbaaak ii…ni siapanya Bang Leemin Hay, eh maksudnya Bang Saipul,” Momo memberanikan diri bertanya.
“Nama saya Fitri asli dari Wonogiri. Saya Istrinya. Dan ini anaknya Saipul, namanya Rafa,” ujar wanita itu. Heee, koq namanya sama kayak di sinetron Cinta Siti kesukaannya Bik Nah itu ya, Momo nyengir.
“Baiklah, saya harus pulang. Adek harus hati-hati dengan laki-laki. Kebanyakan buaya, hanya sedikit yang cicak lho...he he maksud saya, hanya sedikit yang jujur. Adek harus hati-hati, ya,“ wanita yang mengaku istri sahnya Saipul Leemin Hay itu pamit sambil menyeret si Leemin Hay gadungan itu. Dan Momo hanya bisa menangis, antara sedih, sakit hati bercampur lega karena gak kena pukul si Fitri yang asli Wonogiri itu.
Hari berikutnya Momo demam. Seluruh keluarga besarnya, tetangga satu RT dan teman-teman sekelasnya ikut mengantar Momo ke rumah sakit, mereka khawatir Momo terkena penyakit yang parah. Tapi tim dokter yang menangani Momo, yang terdiri dari dokter tulang, dokter mata, dokter paru-paru, dokter bedah sampai dokter jantung semua mengatakan bahwa Momo gak harus opname. Karena Momo hanya terkena flu saja. “Yaaa, kirain...“ ujar para pengantar sambil beramai-ramai meninggalkan rumah sakit. He he...
***
Begitulah. Sejak episode tragis dengan sosok Leemin Hay itu, Momo mulai belajar lebih dewasa dan realistis. Dia tidak lagi tergila-gila dengan cowok Korea. Malah sebaliknya dia jadi ngeri. Sekarang Momo jadi phobia dengan segala sesuatu yang hubungannya dengan Korea, apalagi cowok Korea.
Tapi untung saja phobia bukunya tidak bersemayam lagi di jiwanya. Jadi doi tidak takut-takut lagi jika harus keluar masuk perpustakaan atau toko buku. “Setidaknya lo dapat satu manfaat dari kejadian ini, lo gak takut lagi sama buku,” ujar Lulu di suatu pagi. Kelas mereka sedang kosong, karena guru yang seharusnya mengajar sedang sakit.
Tiba-tiba tiga sekawan itu dikejutkan dengan suara-suara histeris para cewek dari luar kelas. Sontak ketiganya keluar untuk melihat apa sih yang membuat para cewek histeris seperti itu. Rupanya histeria itu muncul dari gerombolan cewek-cewek berisik plus bergaya sok asyik yang tengah mengerumuni sesuatu.
Karena penasaran, Momo cs segera menerobos barisan yang padat seperti semut yang rebutan gula itu. Dan...oww...oww...betapa Momo terpana melihat pemandangan di depannya. Sosok jangkung dengan kulit putih, dan rambut lurus disisir ke atas!!! Jauh lebih kece dari si Saipul Bin Mudin itu! Dan pastinya lebih Leemin Hay banget ketimbang petugas perpustakaan itu. Kyaaaaaaaaaa....!!!
Sisi dan Lulu hanya bisa geleng-geleng kepala, mereka khawatir bencana alam terdahsyat akan muncul lagi. Oh, tidaaaaak...!!! (Asri Istiqomah)
Selasa, 01 Desember 2009
belajar Bahasa Korea yuks....
Annyong haseyo!!!! selamat pagi semua....saya harap semua dalam kondisi baik2 saja...gak tau kenapa akhir2 ini saya tertarik sekali dengan Korea. bahasanya, budayanya, filmnya, bahkan musiknya juga aku kesengsem...meskipun gak tau artinya he he he...
makanya, saya coba nyari kamus bahasa KOrea, dan salah satunya aku temukan setelah search di google...ehmmm...lumayan juga...bisa membantu untuk belajar bahasa korea...
nah, sedikit akan aku tulis beberapa kata dan kalimat dalam bahasa korea yang aku pelajari lewat kamus...
annyong haseyo: halo/ atau ucapan selamat pagi/siang/sore/malam
sarangheyo: aku cinta padamu
bolusipo: aku rindu sama kamu
tangsinen odi nendeyo: anda mau kemana?
agassi hipo: gadis cantik
oppa: panggilan kakak cowok
onni: panggilan kakak cewek
dongseng: panggilan untuk adek
ne: ya
anio: tidak
gamsa hamnida: terima kasih
mianhae: maaf
yup...itu dulu ya...lain kali saya tambahkan lagi beberapa kalimat dan kata dalam bahasa korea...
semangat!!!
azza...azza...fighting!!!
Perempuan dan Militansi Perjuangan
What??? Perempuan militan? Emang ada? Eit…jangan salah militan itu gak hanya milik kaum laki-laki saja. Kaum perempuan pun bisa mengantongi ijin kemilitansian. Tapi sebelum kita bahas militansi perempuan, kita cari dulu definisi militansi.
Definisi Militan
Dalam Cambrige International Dictionary, istilah militan sebagai kata sifat didefinisikan sebagai, “active, determined and often willing to use force” (aktif, tekun, dan acapkali sudi untuk menggunakan kekuatannya).
Militan sebagai kata sifat juga didefinisikan dengan berjuang atau berperang. Arti lainnya, memiliki karakter bertempur, agresif, khususnya dalam menghadapi (suatu) perkara. Militan sebagai kata benda, didefinisikan sebagai perjuangan, pertempuran, atau agresivitas; baik individu ataupun partai (The American Heritage® Dictionary of the English Language, Fourth Edition. Published by Houghton Mifflin Company.)
Kalau diambil intisari dari definisi-definisi militan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa karakter militan itu antara lain, bergairah dalam melaksanakan tugas, tekun, gigih, punya semangat tinggi, pantang menyerah, tidak mudah untuk putus asa meski banyak rintangan dan hambatan. Bahkan acapkali, rintangan yang ada di hadapannya dianggap sebagai tantangan.
Karakter dan bentuk militansi perempuan
Lalu perempuan militan itu seperti apa? Bagaimana karakternya? Apakah seperti sosok Mulan dalam film animasi Mulan? Apakah seperti sosok Xena, wanita perkasa dalam mitos Yunani, atau seperti Lara Croft (Angelina Jolie) dalam film aksi Tomb Rider. Atau seperti siapa?
Tunggu dulu! Harus dipahami dulu, bukankah dalam definisi telah dijelaskan bahwa militan bukan hanya berkaitan dengan forsir kekuatan, penampilan kekerasan atau pamer otot aja. Kalau kita berfikir sesempit itu, kaum perempuan tentu menjadi mayoritas kaum yang tidak bisa mendapatkan “gelar” militan itu sendiri. Tau sendiri, umumnya kaum perempuan adalah kamu yang secara fisik tidak lebih kuat (red, bukan lemah lho ya) dari pada fisik laki-laki.
Militan cakupannya lebih luas dari itu. Sehingga yang dinamakan perempuan militan adalah perempuan yang mampu menunjukkan karakter militan (dengan segala definisinya), serta mampu berpegang teguh menjaga kualitas militansinya.
Dan perempuan militan, berarti perempuan yang memiliki karakter dan sifat-sifat yang disebutkan di atas. Tentunya militansi ini dikaitkan dengan militansi dalam beragama, berbangsa dan bernegara. Artinya cakupan militansi tidak boleh hanya dipahami dalam batasan agama saja. Bahkan bangsa dan negara membutuhkan pembuktian militansi rakyatnya, baik laki-laki maupun perempuan.
Kepekaan kita (red, laki-laki dan perempuan) dalam menyadari adanya problematika bangsa dan negara serta dibarengi usaha untuk memberikan solusi bagi permasalahan tersebut. Itulah makna militansi kepada bangsa dan negara. Kalau kita tarik lebih sempit, pada tataran organisasi atau gerakan mahasiswa, militansi bisa dibuktikan dengan kesungguhan dan totalitas kita dalam memperjuangkan visi dan misi gerakan.
Dalam tataran lebih kecil lagi, jika kita adalah perempuan yang sudah menjadi istri dari suami dan ibu dari anak-anak. Maka khidmah (pelayanan) kita terhadap suami dan anak-anak, menjadikan suami seorang mujahid dakwah dan anak-anak sebagai permata dalam dakwah, inilah salah satu bentuk militansi seorang perempuan.
Mengapa khidmah dalam keluarga disebut militan juga? Karena tugas ini sangat berat. Tak semua perempuan bisa melakoninya dengan sempurna. Perlu pengorbanan dan kesabaran dalam menjalaninya. Berkorban waktu, tenaga dan pikiran. Dan sabar dalam setiap ujian yang dihadapi.
Dari pemahaman ini, ada beberapa poin yang bisa kita uraikan:
- Militan adalah bervisi besar
Perempuan militan adalah sosok yang mempunyai visi yang besar dalam hidupnya. Tentang diri, keluarga, bangsa dan negara, serta agamanya. Semakin besar visi (ingat…visi, bukan angan-angan kosong!!!), maka semakin besar peluang terciptanya sebuah karya yang monumental. Sebuah pepatah mengatakan, “Orang yang besar berawal dari mimpi (visi) yang besar.”
Kebalikannya, seorang yang kerdil, hanya akan berputar-butar dalam khayalan dan angan-angan yang kecil, tidak seberapa, atau bahasa gaulnya perkara remeh temeh. Ketika seorang besar memikirkan tentang potensi diri di masa depan, tentang bagaimana nasib bangsa dan negara, serta berpayah-payah memikirkan solusi dari persoalan umat dan agama.
Maka, seorang kerdil hanya akan berkutat dalam rutinitas pekerjaan yang tidak memberi makna lebih bagi umat, atau bagaimana menumpuk harta dan bermewah-mewahan di atas kemiskinan tetangganya. Atau parahnya adalah, ketika seorang itu hanya memikirkan penampilan diri, gaya hidup melangit, obsesi menjadi artis dan selebritis yang popular, ikut audisi ini audisi itu, duta ini duta itu, dan berkutat dalam kumparan kisah asmara picisan.
Begitulah adanya. Seorang militan adalah seorang yang bervisi besar. Dan perempuan militan adalah perempuan yang mempunyai visi besar dalam hidupnya.
- Militan harus dibuktikan dengan keseriusan.
Bagaimana membuktikan militansi seseorang? Setelah ia mempunyai visi, maka visi itu hanya akan menjadi benda mati. Dia perlu ruh agar menjadi makhluk hidup. Dia perlu spirit agar bisa bergerak dan menggerakkan. Dia perlu “rengkuhan” eksekusi-eksekusi yang menjadikannya “rupa” yang nyata.
Itu semua membutuhkan keseriusan. Serius dalam pemikiran dan konseptual, serius dalam eksekusi, dan serius dalam mempertahankannya. Jika seseorang hanya serius dalam pemikiran dan konseptual, tapi tidak serius dalam eksekusinya, maka bangunan tak akan terbentuk, dan “rupa” tak akan nyata.
Dan bila pemikiran dan konsep serius, eksekusi luar bisa, tapi tak diiringi dengan keseriusan mempertahankannya (red, istiqomah), maka bangunan yang terbentuk akan roboh. Dan rupa yang tergambar akan pudar. Hambatan di hadapan haruslah dijadikan cambuk untuk maju, pun dengan ujian dan rintangan. Tak ada kata menyerah, meski harus jatuh bangun mempertahankan visinya.
- Militan pun perlu bekal
“Movement based on knowledge” begitu sering kita mendengarnya. Tak salah, bahkan memang semestinya demikian. Kita bergerak dan beramal berdasarkan ilmu dan pemahaman. Maka benarlah jika as Syahid Imam Hasan Al Banna menjadikan “Al Fahm” atau kepahaman sebagai poin pertama dalam arkanul bai’ah.
Lucu bukan ketika kita bergerak hanya karena instruksi dan perintah? Aneh bukan jika kita beramal karena imitasi atau meniru orang lain beramal, tapi tak tahu makna amalan itu? Jika kita mengandalkan instruksi dan perintah, namanya robot. Jika kita hanya meniru dan imitasi dari orang lain, maka kita hanya menjadi “fans”. Dan kalau sudah begitu, kapan kita jadi trend setter???
Dan sesungguhnya memahami suatu amalan akan membuat kita bersemangat untuk melakukannya. Lagi dan lagi. Demikian juga dengan visi, ketika kita paham dengan visi juang kita, konsekuensi-konsekuensinya, serta hasilnya (red, balasan), maka akan kita perjuangkan dengan serius dan bersemangat.
Berbagai kisah militansi perempuan
Sungguh. Sangat banyak kisah yang menggambarkan militansi kaum perempuan dari jaman dulu hingga sekarang. Kita awali perjalanan kita dengan melihat perjuangan seorang istri pembawa risalah (Nabi), dialah Bunda Hajar atau biasa dikenal dengan Siti Hajar. Bunda Hajar menggambarkan sosok perempuan yang mengalah (bukan kalah) tapi tidak mengeluh, tegar tapi tidak kasar, bertekad tapi tidak nekad, sekaligus sosok istri yang percaya dan taat dengan suaminya.
Beliau tidak merengek apalagi merajuk ketika ditinggal oleh Nabi Ibrahim di tempat tandus yang tak berpenghuni. Dengan keikhlasan dan keyakinan akan pertolongan Allah, Bunda Hajar tabah dalam menjalani kehidupan. Dan ketabahannya berbuah berkah dari Allah, dengan munculnya mata air Zam-zam yang diberkahi hingga sekarang.
Selanjutnya, tengok pula kisah-kisah perjuangan para shahabiyah Rasullullah SAW. terdapatlah nama seorang perempuan yang turut andil dalam proses hijrah Rasulullah dan sahabat Abu Bakar as Sidiq. Ia bernama Asma binti Abu Bakar as Sidiq. Dalam kondisi hamil Asma membuktikan militansinya yang kuat dengan membawakan bekal perjalanan Rosulullah dan sang Ayah, dengan jarak perjalanan yang jauh serta medan pegunungan berpasir yang tandus.
Tak hanya itu, Asma binti Abu Bakar as Sidiq dikenal sebagai sosok perempuan yang tegas dan memiliki azzam yang kuat. Hingga di akhir usianya pun Asma binti Abu Bakar as Sidiq masih membuktikan ketegasan dan azzamnya. Beliau berani menentang dan berbicara kebenaran di hadapan Al Hajjaj, penguasa tiran pada masa itu.
Mari kita beralih kepada Khansa, sosok Shahabiyah Rasulullah SAW yang menjadikan dirinya tameng pada peperangan melawan kaum musrikin. Sering sekali beliau ikut dalam peperangan. Salah satu keistimewaan beliau adalah syair-syair yang menggugah dan memberi semangat kaum muslimin berjihad di medan perang. Militansinya semakin terukir lewat ketegaran beliau saat keempat buah hatinya gugur dalam peperangan. Bahkan hatinya membuncah karena bangganya.
Melewati beberapa abad, muncul pula kisah militansi seorang perempuan mulia. Yang senantiasa berbicara dengan kebenaran, yang mencoba menguak hak-hak perempuan dengan objektif. Zainab al Ghazali, pejuang Muslimah dari Mesir. Pada tahun 1936 (saat itu usia beliau 18 tahun), beliau sudah berhasil mendirikan Asosiasi Wanita Muslim, yang memperjuangkan hak-hak wanita sesuai dengan kacamata Islam.
Karena kedekatannya dengan gerakan Ikhwanul Muslimin, serta sepak terjangnya memperjuangkan syariah, Zainab al Ghazali sempat dipenjara oleh rezim Gamal Abdul Naser. Dalam penjara tersebut, berbagai siksaan fisik dan mental beliau alami. Namun tak menyurutkan semangat dan azzam beliau untuk terus berjuang atas apa yang beliau yakini.
Menuju Indonesia. Tengoklah. Banyak perempuan luar biasa yang menorehkan kisah militansi perjuangannya di bumi Khatulistiwa ini. Ada yang dikenal dan diabadikan menjadi pahlawan nasional, namun lebih banyak yang tak dikenal dan wafat dengan meninggalkan amal yang nyata.
Sebut saja Sri Ratu Alam Safiatudin Johan Berdaulat dan Siti Aisyah We Tenriolle. Keduanya adalah Raja Perempuan (red, terlepas dari kontroversi masalah pemimpin perempuan) di masanya. Yang pertama (Sri Ratu Alam Safiatudin Johan Berdaulat) memerintah di Kerajaan Islam Aceh sejak tahun 1641 dan memerintah selama kurang lebih 30 tahun. Sedangkan Siti Aisyah We Tenriolle memerintah di Kerajaan Islam Tanette Sulawesi Selatan tahun 1856.
Kedua Raja Perempuan ini merupakan tokoh pada masanya yang bukan saja sebagai penguasa politik, tetapi juga menaruh perhatian terhadap pendidikan. Di bawah kekuasaan Safiatuddin, ada tokoh-tokoh ilmuwan muslim seperti Abdurrauf Singkili, Hamzah Fansuri dan Nuruddin Arraniry yang bekerja sebagai guru besar di Jami'ah Baiturrahman. Dan pada masa Aisyah juga didirikan Sekolah pertama di Tanette tahun 1908.
Inilah sebagian kisah dari ribuan kisah militansi seorang perempuan. Yang jikalau kita telusuri lebih jauh, kisah-kisah ini demikian menggambarkan bukan hanya militansi kaum perempuan yang begitu peka terhadap kondisi sosial budaya pada masanya, tetapi juga menggambarkan kemampuan seorang perempuan yang layak diakui.
Lalu apa yang harus dilakukan?
Tak banyak yang akan kita bahas di sini. Karena ribuan ide brilian tak akan tercapai jika hanya dengan berkata. Justru saatnya kita beramal nyata, optimalkan kerja, minimalisir kata. Apalagi jika perkataan itu tak ada maknanya. Oleh sebab itu segeralah bergerak, saudari-saudariku.
Sulit memang. Apalagi masa-masa sekarang, gerakan mahasiswa beserta orang-orang yang menyokong di dalamnya dibenturkan dengan banyaknya kepentingan-kepentingan baik pribadi maupun sekelompok kecil golongan. Yang kepentingan-kepentingan itu acapkali berbenturan dan tak sedikit berakhir pada pragmatisme gerakan.
Khususnya bagi perempuan. Tak sedikit yang meragukan militansi perjuangannya. Karena lemahnya fisik, ia dianggap tak bisa diajak bergerak cepat. Karena “tak lebih rasional” di banding laki-laki, ia dianggap lemot dalam gerakan. Atau jika ia sudah menikah, maka dianggap tak lagi militan karena kesibukannya mengurusi anak dan suaminya.
Oleh sebab itu, tak perlu banyak kata wahai saudariku. Tapi kita perlu pembuktian diri. Buktikan kepada dunia bahwa perempuan adalah sosok perkasa dalam kelembutannya. Tangguh dalam kehalusan budinya. Tegar dalam “ringkih” tubuhnya. Mulia karena kasih sayangnya. Dan menawan karena sinaran akhlaqnya.
Maka…Bergeraklah!!! Karena diam itu mematikan!!!
Minggu, 19 April 2009
Rasa Nak Kahwin
1- Ada kawan2 sekeliling yang dah bertunang @ berkahwin
2- Ahli beyt dah mula kemas barang sbb nak pindah duduk rumah baru. Katanya nak kawen
3- Parents bg lampu hijau
4- Org lain ada awek tp yg die ni takde awek.
5- Asek dengar org sembang bab kawen
6- Asek mimpi akad nikah
Tanda-tanda:
Asek termenung sorg2Dalam buku@nota penuh dgn ayat2 jiwang dan gambar loveTersenyum dan tersengeh bile tgk cermin tanpa sebabSetiap 5 minit, perkataan kahwin@isteri@suami akan terpacul dr mulut
Complications:
Locally spread to kawan serumahWidely spread to others/komuniti
Treatement:
The Only penyakit yang tidak memerlukan kepada drugs therapy. Just NON-DRUGS THERAPY ONLY.
1- Sediakan cermin yg besar- tgk diri dari muka sampai kaki dan tanya pada diri. Layak ke aku nak kawen dgn keadaan diri aku camni? Tgk atas ke bawah. Ulang 3 kali. Pastu tnya kawan bilik sebelah pulak soalan yg sama.
2- Ingat pesan ni: “Kahwin ni 6 bulan je nak seronok2 pon, selebihnya adalah tanggungjawab”
3- Jangan asek pikirkan perkara yg seronok pasal kahwen. Cube berkembang sikit. Pikir yg lebih dr itu. Yang susah tentang kawen. Cth:
- Setiap kali barang rumah abes aku la yg kena beli.
- Setiap minggu aku yg kena pi pasar
- Duet rumah,letrik, air,gas aku kena bayar
- Tiap2 ari aku kena masak utk laki aku (isteri)
- Kang dapat anak kena spend duit utk anak2 pulak
- Kalu takde duet nak makan ape? Pasir@ timun goreng tiap2 hari? Mampukah?
- Jgn la asek gune ayat2 sebegini terutamanya lelaki: “kalu aku kawen nnt ade org jage makan minum, tlg kemas bilik, tempat tidur dll. Sian la bini tu kwn2.Pikir2 la utk tlg ringankan kerja die gak ye ” Maksud saya kat sini, kita kenalah belajar kemas2 bilik pas tidur, belajar masak sedap2. Sapu sampah ke ape ke. Baru bahagia kan bila kawen nnt?Takde la dok harap kat bini je buat sumer bende tu..
4- Ajak kawan2 ubah topic perbualan dari bab kawen, wanita, suami dll ke perkara yg lebih bermanfaat. Cth: Isu Palestin. Cara nak kuat hafalan dll
5- Bina peribadi yg kuat. Kalau nak isteri solehah, kita kena soleh dulu. Kalu nak yg penyayang, kita kena sayang org lain dulu. Kalau nak yg penyabar, kita kena kurangkan marah dulu. Kalau nak yg sentiasa ceria, kita kena banyakkan senyum dulu. Kalau nak yg cantik, kita kena hensem dulu?? Cantik dan hensem itu adalah bonus ye kwn2. Bukan matlamat utama. Allah tak tgk pada rupa paras kamu, tapi Allah nilai pada hati kamu. (cth vs if women)
6- Sembang dan tanya pada org yg lebih berpengalaman. Cth: Mak ayah. Abg kakak. Atok nenek. Pakcik makcik. Moyang. Opah dll.
7- Kalau dah tak mampu rasanya TIDUR adalah jalan penyelesaian terbaik kot. Biasanya lepas tidur ni org dah tak pikir2 apa2 masalah dah. Kalau bangun pun still terfikir lagi. Dlm mimpi pon same, alamatnya mmg dah sampai seru dah la tu.
Pesanan dari diri ini:
1- Cinta itu buta.
Membutakan manusia yg hakikat mampu melihat. Apabila dibutakan mata oleh cinta, semua perkara buruk turut dilihat baik. Maka, tusukan jarum si Syaitan durjana akan mula menikam perlahan2.
2- Jgn la menggatal nak guna istilah Islamic couple.
Itu semua bohong sgt la. Cth yg selalu kite dgr pasal Islamic kapel ni camni la kot.“Awak dah bace mathurat?; Harini baper juzuk ngulang quran?;Solat jemaah kat masjid tak arini?; Kerja yg saya bagi awak dah siapkan? Kalu letih biarkanlah dulu. Saya takut masa ibadat awak terabai pulak nnt..; Kang pukul 4 pagi kejutkan saya bangun ye..kite qiam same2..awak miscall saye..”
Nampak mcm Islamic kan? Inilah cara tusukan syaitan utk golongan yg ada asas agama.
3- Serahkan hati dan cinta pada Allah.
Allah takkan zalim nak biarkan kita mencintai dan dicintai oleh org yg tak sepatutnya. Silapnya segelintir antara kita bile dah mula menyerahkan perasaan cinta tu sebelum tiba masanya. Maksudnya sebelum ikatan sah melalui pernikahan.
Tu yang memasing mula angau.Menggelabah. tak keruan. Pastu dah mule la panggil abg-sayang, abi-umi, mama-papa. Ape lg? Ntah la. Sebut sndiri. Alangkah bagusnya kan kalu kita guna istilah2 disebutkan dalam keadaan kita dah ada hubungan suami-isteri dgn si dia? Nak ke kite tgk anak2 kite nnt buat perkara jahiliah yg sama kita buat ini? (sekiranya ada)
4 - Kurang2kanlah sembang bab2 perempuan@ lelaki bile bertemu@berkumpul ramai2.
Takde faedahnye. Gejala ni agak kritikal. Kalau kat depan perempuan@laki jalan tunduk sampai terlanggar tiang. Terpaling tgk muke pun dah rase macam dah berdosa.Tapi kalu kat blkg sembang gelak, kutuk, gosip lainan jantina sakan. Padankan org itu org ini. Siap bukak frenster grab gambar dll.(cth vs if women) Ade tak kwn kite yg camni? Sudah2 la tu kot. Pesanan utk diri ini juga.. Jgn jadi hipotalamus!
5- Berkahwin itu adalah segala-galanya tentang TANGGUNGJAWAB.
Kalu rasa mcm diri masih tak bertanggungjawab lg eloklah mula membina sifat itu mulai detik ini sebelum terlambat.
6- Allah ciptakan nafsu bukan utk kita turuti.
Allah ciptakan nafsu tu sebenarnya utk kita kawal. Jgn silap. Tu sebab jihad yg paling adalah memrangi hawa nafsu kan?
7- Pesanan saya utk kaum Adam :
Saat kehancuran hati seorang lelaki adalah apabila cinta seorang wanita telah masuk ke dalam hatinya sebelum dia mendapat cinta Allah. Anda dan saya bagaimana?8- Istikharah bila rasa dah tiba masanya. Tak rugi org yg beristikharah kan? Moga ilham dari Allah itu menjadi keutamaan dlm membuat pilihan. Sekian.
Takut kata-kata memakan diri sendiri. Mungkin sekarang mampu menjaga diri sendiri. Takut nanti-nanti selepas ini perkara sebaliknya berlaku. Sape yg tahu kan? Cinta itu buta…Moga Allah permudahkan jalan kita dan menjaga diri dan cinta kita dgn sebaiknya. Serahkan hati pada Allah.. Allah akan serahkan hati kita pada org yg akan menjaganya dgn amanah. InshaAllah.
Nota: Saya mengubah lampu hijau kepada lampu kuning dahulu. Kuning maknanya sedia. Dan saya harus bersedia utk si dia. Jgn disia-sia hidup utk sesuatu yg belum pasti. Bila berada di lampu kuning, boleh jadi saya menjadi lampu merah (saya mati) atau bertukar ke hijau kembali (bila tiba waktunya). Perjalanan saya masih jauh..
Jumat, 23 Januari 2009
Wanita Sang Pembebas Wanita
sosok Isteri Rasulullah SAW yang sangat menginspirasi saya...
seluruh perjalanan hidupnya sungguh menakjubkan dan memberi banyak hikmah, bagi seluruh kaum muslimin dan khususnya bagi para akhwat...
makanya, saya berniat menuliskan kisah hidupnya dari kecil hingga meninggal...tapi tentunya bertahap... so, bagi sahabat yang membuka blog ini, Insya Allah akan bisa mendapatkan manfaatnya...
selamat membaca...